Gatari.id – Tantangan geografis sebagai wailayah kepulauan tidak menyurutkan langkah bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Rusli Moidady, untuk memajukan daerahnya. Lewat visi ‘Bangkit’, Rusli kini melancarkan misidigitalisasi massif guna memangkas birokrasi sekaligus menghemat anggaran daerah.

Rusli mengeaskan bahwa Bangkep sangat kaya akan potensi alam, sehingga keterisolasian infromasi harus segera diakhiri. Salah satu program unggulan yang dikebut adalah Smart Village (Desa Cerdas). Lewat program ini, pelayanan administrasi publik dipidahkan ke system digital agar warga desa tidak perlu lagi menyeberang laut berjam-jam ke ibu kota kabupaten.

Langkah digitalisasi ini juga menjadi strategi efisiensi anggaran yang ampuh. Penggunaan kertas dan tinta dipangkas lewat sistem paperless, sementara sosialisasi dialihkan ke platform digital. Untuk meweujudkannya, pemkab Bangkep berkolaborasi memanfaatkan Dana Desa dan dukungan pusat guna membanbun menara dan pemancar di area blank spot.

Namun, infrasturktur digital tidak akan berdampak tanpa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, pemkab Bangkep menggratiskan biaya sekolah tinkat SD hingga SMP, lengkap dengan bantuan seragam serta penyediaan bus sekolah di tiap kecamatan untuk mencegah putus sekolah.

Di sektor ekonomi pemerintah daerah memfasilitasi modal usaha mikro (KUR) sebesar Rp3 juta hingga Rp10 juta per KK bagi Masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya petani dan nelayan, dengan pendampingan ketat. Diakhir, Rusli mengajak generasi muda untuk memaksimalkan era digital dan tidak takut bermimpi besar.

Mengutip falsafah leluhur Banggai, “Maina pokok kanggalima pomenggona kinendeke kolipo”, ia mengajak semua elemen Masyarakat saling berpegangan tangan dan Bersatu hati membangun  daerah.