PALU — Brain Academy by Ruangguru memperluas layanan bimbingan belajar di Kota Palu dengan membuka cabang kedua di Jalan Gatot Subroto. Peresmian cabang tersebut berlangsung melalui Grand Opening Brain Academy by Ruangguru, Rabu (16/9/2026).
Pembukaan lokasi baru itu dilakukan setelah kapasitas cabang pertama dinilai semakin terbatas seiring bertambahnya jumlah siswa yang menggunakan layanan Brain Academy.
Regional Manager Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat Brain Academy Center Ruangguru, Irvan Mansyur Langgole, mengatakan cabang kedua dihadirkan untuk menjawab tingginya permintaan siswa terhadap layanan bimbingan belajar.
“Grand Opening Ruangguru kali ini merupakan cabang kedua di Kota Palu,” kata Irvan.
Ia menjelaskan, Brain Academy telah hadir di Kota Palu selama sekitar tiga tahun. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah siswa terus mengalami pertumbuhan hingga mencapai sekitar 450 orang pada tahun ketiga.
“Di tahun-tahun berjalan, dalam hal ini sudah tiga tahun berjalan, kami mengalami pertumbuhan siswa di setiap tahunnya. Nah, ini merupakan tahun ketiga siswa sudah di angka 450-an siswa,” ujarnya.
Menurut Irvan, pertumbuhan jumlah siswa tersebut menjadi salah satu alasan manajemen membuka lokasi baru. Dengan tambahan cabang, kapasitas pembelajaran dapat diperluas sehingga lebih banyak siswa dapat memperoleh layanan.
“Dengan melihat itu dengan minat yang tinggi, minat pendidikan yang tinggi dari masyarakat dan siswa itu, sehingga manajemen Ruangguru membuka satu cabang lagi agar bisa menampung banyaknya siswa yang minta untuk belajar di Ruangguru tetapi kapasitas ruangan kami terbatas,” jelasnya.
Dengan beroperasinya dua cabang, Brain Academy menargetkan kapasitas siswa dapat meningkat menjadi sekitar 600 orang. Jangkauan layanan juga diarahkan tidak hanya kepada siswa di Kota Palu, tetapi mencakup daerah sekitar seperti Kabupaten Donggala dan Sigi.
“Target kami untuk menampung siswa-siswi Kota Palu ataupun siswa-siswi di kabupaten terdekat, Donggala ataupun Sigi, itu bisa menampung siswa sebanyak kurang lebih 600 siswa,” kata Irvan.
Irvan menyebut ekspansi tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat. Ia berharap keberadaan Brain Academy dapat membantu siswa memperoleh layanan pendidikan tambahan yang berkualitas dan terjangkau.
“Apresiasi setinggi-tingginya juga pada manajemen Ruangguru kami, khususnya itu lagi-lagi mendekatkan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau untuk bisa diakses masyarakat Kota Palu,” ujarnya.
Brain Academy melayani siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari anak-anak hingga tingkat SMA. Program yang ditawarkan mencakup peningkatan nilai rapor, persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), persiapan masuk perguruan tinggi negeri hingga sekolah kedinasan.
“Apa saja yang kami bantu di dalam peningkatan akademik, yang pertama adalah peningkatan nilai raportnya di sekolah, yang kedua persiapan TKA-nya, kemudian untuk SMA-nya, untuk persiapan TKA plus masuk Perguruan Tinggi Negeri,” jelas Irvan.
Pembukaan cabang kedua tersebut turut mendapat perhatian Pemerintah Kota Palu. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Hardi, mengatakan kehadiran lembaga pendidikan nonpemerintah dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Saya kira ini merupakan prospek yang sangat bagus untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kota Palu. Karena ini menjadi mitra kita,” kata Hardi.
Namun, Hardi berharap pembelajaran di Brain Academy tidak hanya diarahkan untuk mengejar peningkatan nilai akademik. Ia menilai siswa juga perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir serta menyampaikan ide dan gagasan.
“Bagaimana anak-anak dilatih untuk menuangkan ide-ide gagasannya, pemikiran-pemikiran cerdasnya, pemikiran-pemikiran yang hebat dari anak-anak sehingga anak-anak tidak sebatas menghafal,” ujarnya.
Menurut Hardi, pendekatan pembelajaran yang diberikan kepada siswa sebaiknya bersifat kontekstual dan menyenangkan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami materi sebagai bahan untuk dihafalkan, tetapi juga mengetahui manfaat pengetahuan yang dipelajari.
“Betul-betul pembelajaran kontekstual. Kontekstual dan menyenangkan serta memberi makna mata pelajaran yang diberikan kepada anak kita itu,” katanya.
Selain metode pembelajaran, Hardi mendorong adanya kerja sama yang lebih luas antara Brain Academy, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, kemitraan tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai inovasi di bidang pendidikan.
“Saya mendorong itu, bagaimana kemitraan bisa dibangun di situ,” tuturnya.
Hardi juga meminta aspek keterjangkauan menjadi perhatian dalam perluasan layanan Brain Academy. Ia menilai kemampuan ekonomi keluarga perlu dipertimbangkan agar akses terhadap pendidikan tambahan tidak hanya terbuka bagi siswa dari keluarga yang mampu.
“Jangan dipaksakan, kemudian kolaborasi dengan orang tua siswa, kemudian lihat ekonomi orang tua siswa,” ujarnya.
Ia juga berharap Brain Academy dapat menyediakan dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu sehingga keberadaan lembaga tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kalau bisa dari Ruangguru bisa memberikan fasilitas buat anak-anak yang tidak mampu. Jadi sehingga berkahnya di situ sebenarnya. Memberikan manfaat bagi masyarakat miskin,” kata Hardi.
Menanggapi dorongan tersebut, Irvan mengatakan Brain Academy terbuka terhadap peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Palu. Bentuk kolaborasi itu, menurutnya, dapat diarahkan pada peningkatan kemampuan akademik siswa.
“Kami sangat terbuka, lebar untuk buka kerja sama dengan pemerintah. Dalam hal ini, kami bantu dari segi akademiknya, peningkatan akademiknya,” pungkas Irvan.